13 april 2013. Di
hari ini berjuta tangisan bergemuruh, tangisan yang takkan pernah kita
denganrkan desahnya, tangisan dari balik rak-rak di perpustakaan, toko-toko
buku lowak. Berjuta buku hari ini menangis, tahukah kenapa? Perlu kita tahu
bahwa sanya hari ini adalah hari peringatan buku sedunia, apakah kita tahu itu.
Tak perlu kita jawab. Di hari ini berjuta buku menangis bersama, karena di hari
ulang tahunnya tak ada yang datang untuk sekedar mengucapkan selamat padanya,
atau sekedar datang menjengguknya, walau sekilas, buku seperti di lupakan, hari
buku sedunia seperti sekedar pelangkap daftar hari penting saja dalam kalender.
Namun keberadaannya seakan tak ada. Kita
lebih sibuk untuk sekedar meratapi waktu yang tak jelas untuk apa kita jalani,
dari pada sejenak kita coba untuk merenung, berfikir, turut mengucapkan selamat
pada buku-buku itu, yang begitu setia
menemani perjalanan panjang sejarah manusia, mengabadikan nama-nama bapak-bapak
kita di tengah lebarannya, sehingga kita bisa tahu sejarah kita, sehingga kita
tahu sejatinya kita siapa.
Namun apakah hidup
ini ibarat kata, habis manis sepah di buang. Setelah kita usai dengan buku-buku
itu kita akan buang mereka. Sebuah ratapan
pilu menggema di seluruh penjuru nenggeri kita. Meski kasih kita tak
pernah mereka minta, namun apakah itu sebuah potret bangsa yang beradab dan
berpendidikan, seperti anak ayam yang lupa pada induknya..
Di hari ini,
coba kita sejanak menagis bersama atas penderitaan guru-guru sejati kita itu. Yang
tak pernah mengeluh kapanpun-dan di manapun kita butuhkan, dia selalu setia
mejawab pertanyaan kita. Yang selalu mengajak kita berpetualang ke seluruh
penjuru dunia yang belum penah kita kenal dan belum kita jamah.
Di hari ini, aku ucapkan selamat
ulang tahun buku-buku. Jangan menangis
Di Hari buku sedunia 23 april 2013
Posted by , Published at 21.00 and have
0
komentar





