Siap-Siap Jadi Guru Yang Hebat

Siap-Siap Jadi Guru Yang Hebat




“Guru medioker kerjanya ngomong. Guru senior kerjanya mendemonstrasikan kewibawaan. Guru terpuji kerjanya menjelaskan perkara rumit dengan cara simpel. Guru hebat kerjanya menginspirasi”
-William w
Kemajuan suatu bangsa di tentukan oleh seberapa besar kemajuan pendidikan bangsa itu, begitupun denggan kemajuan seseorang dalam hidup ini. Begitu pentingnya peran pendidikan di dalam hidup kita rasakan. Namun dari saking pentingnya pendidikan di neggeri kita ini banyak orang-orang yang memamfaatkan hal itu, mereka  jadikan instansi pendidikan sebagai ladang penghasilan, sehingga apa yang terjadi, pendidikan di neggeri kita seperti terseok-seok mengejar ketertinggalannya dengan negara lain seperti  jepang dan cina, selaku negara tetangga. Hal itu terjadi lantaran banyaknya dana pendidikan yang di selewengkan masuk saku belakang, oleh orang-orang pemangku jabatan dalam intansi pendidikan tersebut. Itu tak bisa di pungkiri dari banyaknya anggaran pemerintah untuk pendidikan yang tahun 2013 ini diberitakan mencapai Rp 331,8 triliun, lebih besar 6,7 persen dari pada tahun 2012. Tapi dari sedemikian banyaknya anggaran yang di keluarkan pemerintah hanya berapa persennya saja yang benar-benar di gunakan untuk  pendidikan tersebut. Maka tak ayal pendidikan di neggeri kita masih tertinggal jauh dari pada negara-negara tetangga.
Namun penyelewengan dana dan minimnya fasilitas dalam menunjang pendidikan, bukan alasam utama ketertinggalan pendidikan di negara kita, dari pada negara lain. Melainkan ada hal lain yang lebih fital menurut saya, yaitu peran seorang pendidik atau guru. Guru merupakan pemegang kunci fital dalam memajukan pendidikan di negara kita. Maka guru di tentut untuk hebat, sebagai mana kata William w di atas.
Guru yang hebat bukan guru yang di takuti oleh murudnya di dalam kelas, sehingga setiap murid tunduk dan pantuh pada setiap perintahnya, atau guru yang selalu memaksakan muridnya untuk bisa dan selalu bisa melakukan tugas yang dia berikan di dalam kelas. Tapi guru yang hebat adalah guru yang menurut William w adalah guru yang mempu mengispirasi. Mengispirasi disini adalah bagai mana muridnya bisa terdorong untuk melakukan suatu hal yang bermamfaat tanpa ada paksaan atau ketakutan. Tanpa di suruhpun mereka akan melkukan hal-hal baik tersebut.
Karena para murid pada saat sekarang bukan kertas kosong yang bisa di tulisi apa saja oleh para guru. Mereka begitu keritis dan enggan untuk duduk diam, maka di sinilah tantangan bagi guru hebat. Bila murid-murid mcam mereka di tekan dan di takut-takuti dengan hukuman atau sangsi kalau tidak melakukan tugas-tugas yang di berikan seorang guru. okelah didepan gurunya mereka akan menurut, namun lihat di belakang sang guru mereka akan jadi seorang pembangkan yang bandel.
Berkaca dari  pengalaman penulis sendiri ketika masih di duduk di bangku pendidikan SMP dan SMA, guru-guru hebat sebagai mana di katakan William w adalah sepesies langka, yang lebih banyak adalah guru-guru diktator yang selalu merasa lebih pandai dari pada murud-muridnya dan guru medioker yang kerjanya ngomong saja. Sehingga ketika guru-guru semacam mereka masuk dalam kelas bagi kami saat itu sebagai murid. Kelas bagaikan neraka, penuh kejenuhan.
Mungkin dari fenomina di atas, dan dari pengalaman pengalaman peribadinya sebagai seorang guru J. Sumardianta. Mencoba untuk berbagi dengan kita dalam sebuah bukanya yang cukup menarik, tetang sosok guru hebat yang mampu mengispirasi murid-muridnya. Dan bagai mana  menjadi guru-guru yang selalu di rindukan oleh murid-muridnya. Dalam buku yang berjudul GURU GOKIL MURID UNYU. J. Sumardianta mencoba mengurai berbagia hal yang berkenaan dengan hal-hal keguruan, bedasarkan pengalaman pribadinya sebagai seorang guru selama 20 tahun.
Buku yang di sajikan dengan bahasa yang enak di baca oleh semua kalang ini, dengan bahasa yang renyah namun penuh dengan makna, Karena buku ini di tulis berdasarkan pengalaman-pengalamannya sebagai guru. Meski guru yang selama ini kita pahami adalah mereka orang-orang yang mengajar didalam ruangan atau dalam kelas, bagi saya  itu sedikit keliru, guru itu adalah kita. Karena ketika kita merujuk pada makna aslinya guru itu berasal dari bahasa sansekerta, berarti pengusir kegelapan. guru berasal dari kata gu berarti kegelapan dan ru berarti menghilangkan. Maka dapat kita simpulkan setiap orang yang mencoba menghilangkan kegelapan dalam hidupnya dan untuk hidup orang lain maka dialah guru. Dan pertanyaannya sekarang sudah siapkah kita jadi guru yang hebat itu?
Judul: Guru Gokil Murid Unyu
Penulis: J. Sumardianta
Tebal: 303 hlm
Penerbit: Bentang
Terbitan: April 2013
ISBN: 978-602-7888-13-5




share this article to: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg
Posted by Unknown, Published at 20.07 and have 0 komentar
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar: