
cerpen: M.Riski
Akan aku ceritakan padamu tentang perempuan yang terluka oleh senja. Gadis, begitulah aku panggil wanita itu, wanita yang cukup sempurna menurutku. Dengan postur tubuh yang semampai dan bentuk wajah yang ofal. Pastilah banyak laki-laki dibuat tidak bisa tidur nyenyak kalau pernah bertemu dengannya. Meski dia bukan seorang bidadari tapi hampir, menurutku. Tapi sayang tidak ada seorang laki-laki yang bisa memiliki dan menik mati harumnya. Kini dia telah jadi milik senja sore hari. Begitulah, senja di sore hari telah meminangnya setelah kekasihnya yang dulu pergi tepat pada saat senja di ufuk barat datang. Saat itulah senja telah meminangnya dengan abadi. Setiap hari dia selalu bersama dengan senja di bibir pantai. Membuat iri setiap laki-laki yang sengaja atau tidak sengaja melihatnya. Sekian hari, setiap sore. Pemandangan itu semakin populer di kalangan masyarakat pantai dan turis-turis asing yang berlibur. Setiap sore semua orang; mulai dari orang-orang kampung sekitar pantai, turis asing dan lintas kabupaten. Hanya untuk menyaksikan wanita itu bercengkrama dengan mesra. Datang Pasti dalam fikran mereka ada yang iri pada senja, bisa mendapatkan cinta gadi itu. Meski ada pula yang sekedar untuik mencari inspirasi, umumnya mereka itu dari kalangan penyair, pelukis dan fotografer. Sehingga sudah lahir ribuan puisi, lukisan, dan foto-foto hasil jeppretan para fotografer itu.
Begitulah setiap hari, pantai itu tak lagi sepi seperti dulu. Banyak orang-orang yang datang. Padahal pantai itu bisa di katakan tak memenuhi syarat sebagai obyek wisata yang baik. Namun sejak kedatangan gadis itu lantas menjadi kekasih senja saat sore. Pantai yang dulu tak ada yang mengubris sama sekali itu sekarang menjadi bahan perhatian. Sekarang permerintah sibuk membangon filla, supermarket, hotel dan jalan umum sebagai jalur akses menuju pantai agar lebih mudah, Tak seperti dulu. Membuat pantai yang dulunya sepi hanya bunyi burug camar dan gemeresak pohon cemara yang tumbuh di tepian pantai yang terdengar. Kini serba bising dengan deruh kenalpot mobil-mobil dan motor. Datang dan pergi begitu sajah. Bagai ombak yang pasang surut.
Setiap sore gadis dan seja terus bercinta. Sepertinya mereka tak terusik oleh keadaan sekeliling mereka yang berubah derastis. Ataukah mereka tidak merasakan perubahan itu. Entah? Sekian hari semakin banyak orang yang datang untuk keperluan berlibur, Menyegarkan otak di akhir pekan. Entah sudah hari yang keberapa sejak senja dan gadis itu di temukan bercinta di pantai saat sore. Tiba-tiba datang para penjabat dan presiden kepantai. Menurut kabar yang aku dengar pantai itu akan di resmikan menjadi obyek wisata nasional. Acara peresmian tersebut sepertinya sangat mewah dan besar, di lihat dari orang yang menghadiri undangan adalah orang-orang berjas dengan kendaraan mobil-mobil mewah. Dua hari dua malam acara tersebut berlangsung, mulai dari pemotongan pita tanda peresmian sampai pesta makan-makan dan hiburan. Dan menambah ramainya suasana pantai. Kini pantai ini benar-benar berubah tak lagi seperti pantai yang dulu aku tahu, Tempatku dulu memancing dan mencari kerang. Sekarang menurutku, Siang dan malam sama sajah di pantai ini. Bising. Seakan orang-orang itu tak pernah bosan. pada Malam ketiga setelah pesta peresmian pantai ini sebagai obyek wisata nasional. Pantai ini kembali menemukan kembali sejatinya pantai yang dulu . yaitu suasana yang tenang. Hanya debur ombak dan desau angin. Semua orang kelelahan setelah beberapa malam berpesta. Mereka pasti terlelap dalam selimut masing-masing. Tapi itu tak penting.
Di mlam yang tenang ini, aku lihat sebuah cinta yang tulus. Saat aku pandangi senja membelai rambut gadis itu dengan lembut. Penuh ketenagan. Sebuah kemurnian cinta. Namun ada yang aneh menjelang tengah malam aku lihat seorang pemuda datang keluar dari dalam mobil kijang warna merah yang baru tiba. Dengan tenang dia berjalan di bibir pantai sembari menghisap rokok yang sudah aku lihat menyala sejak dia keluar dari dalam mobil tadi. Dia menghampiri senja yang sedang membelai gadis itu. Sesampainya orang itu di dekat senja, Tiba-tiba tidak sampai hitungan menit dia menarik senja dan memotongnya sekecil kartu pos. lantas dia pergi tergesa-gesa menuju mobilnya, aku kaget dan sontak lari mengejarnya. Untuk soal berlari aku jagonya, akupun dapat mengejar pemuda itu dengan mudah.
"apa yang kamu lakukan?" sontak aku bertanya pemuda itu, Sepertinya dia gugup dan tegang, terlihat dari raut wajahnya yang memucat dan bagaimana cara dia memegang belati yang dia gunakan memotong senja.
"mencuri senja!" jawabnya gugup.
"kau tahu, apa yang kamu lakukan mengandung resiko besar?". Tanyaku lagi dengan tegas.
"ya aku tahu! Akan banyak orang orang kehilangan senja dan senja ini akan hilang untuk selamanya, serta akan banyak yang terluka hatinya karena sudah saking sayangnya pada senja" dia menjawab dengan lebih tenang dari yang tadi.
"lantas kenapa kau lakukan?" tanyaku lagi
"karena aku cinta gadisku, aku tak mau kehilangannya seperti gadis itu yang di tinggal kekasihnya dan memilih mencintai senja. Maka aku ingin hadiahkan senja ini padanya. Akan aku bungkus dengan amplop dan akan aku tutup dengan rapat , supaya tak ada orang yang tahu kalau isinya adalah senja, kecuali dia. Semua ini aku lakukan demu cinta"
Aku hanya biasa diam mendengar jawabannya. begitulah! Aku selalu kalah saat harus berhadapan dengan kata cinta. Aku tak bias berbuat apa-apa, aku mengaku kalah. Pemuda itu pergi begitu sajah dari hadapanku saat melihatku diam begitu sajah. Dia melajukan mobilnya dengan tenang di jalan dengan cahaya senja yang berpendar keluar kaca mubilnya. Sementara gadis itu masih terlelap di atas pasir, Sementara senja telah hilang di bawa orang. Aku yakin esok setelah semua orang bangun pasti akan terjadi kegemparan yang luwar biasa, melihat senja hilang tinggal gadis itu. Dan dia akan merasakan sakitnya kehilang sesuatu yang dia sayangi untuk keduakalinya.
Benar apa yang aku duga keesokan harinya, saat semua orang terbangun dari tidur lelapnya. Semua kaget melihat senja telah hilang. Setiap mata saling tuding penuh sangka dan curiga. Istri mencurigai suaminya, Bupati mencurugai para camat dan perangkat desa, rakyat curga pada dewan, dewan curiga pada presiden dan para gadis curiga pada suaminya, begitupun seterusnya. Sementara gadis itu duduk menangis tanpa kata. Sampai seorang polisi datang membawa kabar bahwa yang mencuri senja adalah seorang pemuda yang bernama Sukab. Namun semua orang tak ada yang kenal sama sukab, Siapa dia? Namun suma orang sibuk mencari sukab. Semua benci sukab.
Guluk-guluk 24 februari 2012
Posted by , Published at 19.15 and have
0
komentar



