
RB:M.RISKI
Terlalu dini rasanya waktu jika harus aku tulis semua ini. Namun sebuah kegelisahan panjang yang tak henti menderaku, menuntut jari-jari tangan ku untuk kembali berjibaku di atas keybood kumputer. Sebuah catatan kegelisahan hati di tengah sepi yang sangat memilukan. Menuntut aku untuk semua ini. Dan Lagi-lagi aku harus di tuntut untuk menulis sebuah catatan kecil yang tak pernah aku mengerti apa yang harus aku tulis untuk catatan pendek ini. yah, namun kali ini akan aku certakan padamu kawan sebuah kisah tentang perjalanan seorang manusian yang sedang mencari cintanya pada seorang dewi. Namun ini tak seperti kisah cupid’s sang dawa cinta pada psyche seorang jadis biasa dari golongan manusia biasa. Ini adalah kisah sepasang insan yang harus terpisah lantaran beda kasta. Maaf kawan aku takkan mau mengumintari tentang kasta itu. Aku hanya ingin menceritakan kisah ini sajah. tidak lebih!
Aku panggil laki-laki itu imam dan wanita itu matus, seoarang gadis yang lahir dari golongan kiai. Semua bermula pada suatu hari yang tak di sangka-sangka dan tak terduga, kisah ini di mulai. Saat itu, tapatnya sore hari di bukit lancaran yang indah. Sperti biasa. imam saat sore hari selalu pergi kebukit lancara. Untuk menggiring kambing-kambingnya pulang, setelah seharian merumput di sana. Dia adalah pemuda yang lahir di tengah keluaraga pengembala kambing, hidup di tengah keluaraga yang sederhana. Namun pada sore ini ada suatu yang berbeda di bukit lancaran, dia lihat sekelompak gadis-gadis yang sedang becandaria disana. Sebuah pemandangan yang asing baginya. Maklumlah selama dia mengembalakan kambingnya di bukit lancara selama ini tek pernah dia liahat ada gadis yang seumuran dengannya bermai-main di sana. Perasaan heran membuatnya penasaran, namun dia tak berani untuk datang menghampiri mereka. Hanya memandangnya berlama-lama. Yah, itulah imam. Pemuda yang sangat pemalu pada lawan jenis, begitulah yang aku kenal dirinya selama ini. Sampai suatu ketika matanya beradu pandang dengan mata salah satu gadi itu. secepat mungkin dia alihkan padangannya dengan wajah yang memirah. Namun salah satu gadis itu yang entah siapa namanya dan dari mana datang menghapirinya di bawah pohon mimba. Dia tambah gelisah setelah tau gadis yang beradu pandang tadi dengannya menghampirin. Semua persaan bekecamuk dalam hatinya; malu, takut, ingin tahu lebih jelas wajah jadis itu. Semua bercampur aduk menjadikan dia bekeringat dingin. dia hanya bingung sendiri saat gadis itu menanyakan namanya. Dengan suara yang gugup dia coba jawab semua pertanyaan yang di layangkan oleh jadis itu dengan bertubi-tubi. Mungkin hal itu baginya bagai sembilu yang menikamnya bertubi-tubi. Entah!
Di saat itulah Semua perjalan cinta itu di mulai. dari sebuah pertemuan yang tak disangka dan dengan sebuah ketakutan yang bertubi-tubi itu, kisah cinta dua insan ini bermula. Dari rasa takut yang menggelikan,sampai rasa cinta yang tak terbendungkan. Tapi maaf kawan aku tak bisa ceritakan semua kejadian itu secara detail, halaman ini terlalu sempit untuk menampung semua kisah mereka. Namun yang jalas dan yang aku tahu sejak hari ini. Dan pada saat aku tulis kisah mereka. mereka harus terbelenggu oleh sebuah jalan keturunan yang berbeda (kasta). Namun semua aku yakin belum berahir, kisah ini akan tetap berjalan walau aku tak tahu siapa gerangan yang akan jadi pemain yang selanjutnya, atau bisa mungkin tetap sama. Atau sebaliknya mereka akan bahagia?
Maaf kawan aku sudah tak punya ruang lagi untuk aku ceritakan semua ini, jadi aku harap kau sendirilah yang meneruskan kisah ini, untuk jadi imam-imam yang lain. Namun aku harap nasibmu kawan tak seperti imam kawanku itu. harus sakit, kecewa, menderita dan merana lantaran sebuah faktor derjat keturuanan sajah. Semuga kau dapat yang terbaik kawan. Amin!
Lengkong 12 Oktober 2011
Posted by , Published at 22.35 and have
0
komentar



