
Aku kagumi kecantikanmu seperti aku kagum pada pada suara merdu biola, kalau boleh aku menggambarkan kau adalah biola maka kecantikanmu itu adalah dawainya. Biola Dan dawai adalah satu kesatuan yang menciptakan sebuah istrumen nada yang indah. Begitulah aku gambarkan engkau.tapi maaf kalau kau merasa apa yang aku ibaratkan pada terasa berlebihan atau ada yang kurang. itulah aku seorang manusia yang tercipta hanya untuk memuji tapi bukan untuk dipuji dan mengagumi bukan untuk dikagumi, inilah kata yang cukup sederhana untuk menjelasakan perbedaan antara kita, meski terkadang aku merasa tidak adil padaku karna semua apa yang aku inginkan takdapat aku gapai dengan nyata hanya dapat aku semai dengan kata-kata. Itulah hidupku bergelimangan kata-kata bukan bergelimangan harta atau apa yang menurut penilayan manusia bisa mencapai segalanya. Seperti itulah hidupku sekarang ini aku kagumi engkau tapi aku takbisa memilikimu aku hanya pemuja rahasiamu lewat kata-kata ini yang coba aku rangkai menjadi sejinis perosa tua dari ku.
Waktu berganti waktu namun bayangmu takdapat aku lupa, aku masih terus berada dalam keterpurukan ini menjadi seorang pemuja rahasiamu. Takpernah aku coba untuk mengatakan semua ini padamu, sebuah perasaan yang sudah sekian lama merajamku, aku terlalu kerdil bila berada didekatmu dan aku tak punya keberanian untuk semua itu. Jadi izinkan aku menyontingmu dengan kata-kata ini walau hanya dalam dunia mimpi dan kata-ini, mungkin semua itu terdengar lucu tapi inilah aku.
Posted by , Published at 01.55 and have
3
komentar



